Pelakunya Sama, Ada Lagi Korban Penipuan Perekrutan PNS

Yani ketika menunjukkan bukti laporan kepada pihak kepolisian terkait penipuan perekrutan PNS. FOTO: kub/GoBekasi

Yani ketika menunjukkan bukti laporan kepada pihak kepolisian terkait penipuan perekrutan PNS. FOTO: kub/GoBekasi

SETELAH kemarin dilaporkan terjadi penipuan dan penggelapan dengan modus perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan korbannya Agatha Clara Tolla, kali ini korban lainnya, Yani (48) juga mengaku menjadi korban dari pelaku yang sama.

“Saya merasa ditipu oleh pelaku, hingga akhirnya saya putuskan untuk menempuh jalur hukum. Karena sejak tahun 2015 silam hingga saat ini janji pelaku belum dirasakan oleh saya,” kata Yani kepada GoBekasi.co.id, Kamis (27/4/2017).

Warga Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan ini polisikan oknum Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi bernama Emi Winarni yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi.

Emi, kata Yani, berjanji bakal ‘mengurus’ anaknya yang berdinas di Dinas Pemuda dan Olahraga, dan keponakannya yang bekerja di perusahaan swasta agar menjadi PNS, tidak saja si Bekasi tetapi juga bisa di Pemprov DKI Jakarta maupun kementerian.

“Uang yang saya berikan kepada pelaku secara berjenjang, uang muka sebesar Rp20 juta untuk 2 orang pada Bulan Juni 2015. Dan pada bulan itu juga saya berikan Rp360 juta,” beber dia.

Mulanya, Yani diperkenalkan oleh kerabat SMA-nya yang juga seorang ibu rumah tangga dengan pelaku yang sama, Emi. Seiring berjalannya waktu, pelaku memberikan penawaran PNS di DKI Jakarta dan lembaga Kementrian.

Hal itu terjadi pada tahun 2015. Karena baru kenal dengan pelaku, membuat Yani tidak langsung percaya. Meskipun pelaku merayu dapat memuluskan masuk PNS melalui jalur belakang, atau kebijakan orang dalam.

“Saya percaya pas pelaku datang ke rumah membawa surat keputusan dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) atas nama Agatha Clara Tolla. dan langusung saya setejui, hingga membayarkan uang muka sebesar Rp20 juta dari jumlah yang ditawarkan Rp400 juta untuk 2 kepala,” tambah dia.

Meski belum lunas karena korban baru saja membayar Rp380 juta termasuk dengan uang muka. Pelaku Emi yang diketahui istri dari seorang PNS di Kelurahan Pekayon Jaya.

Yani mengaku, terakhir berkomunikasi dengan pelaku Emi pada tanggal 10 April 2017 melalui sambungan selular. Kendati ia sudah melaporkan kasus ini ke Polres Metropolitan Bekasi Kota sejak tanggal 14 Februari 2017.

“Saya juga sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) pada tanggal 7 Maret 2017. Tapi saya sempat berkomunikasi dengan pelaku pada tanggal 10 april, katanya dia mau balikin semua uang peserta yang telah ditipu, cuma keberadaan pelaku saat ini saya tidak tahu,” ungkap dia.

Sampai saat ini, kasus yang sudah dilaporkannya ke Polres Metropolitan Bekasi Kota sesuai nomor LP/229/K/II/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota belum juga menemui titik terang.

“Polisi belum ada kabar tentang pelaku, dan sampai saat ini juga pelaku masih berkeliaran di luar. Sementara saya sudah kerumahnya yang ada di Pekayon Jaya tapi sudah ditempati oleh orang dan sudah dijual,” tandas dia. (kub/gob)



loading...

Feeds

3K jadi Solusi Atasi Alergi Anak

3K Jadi Solusi Atasi Alergi Anak

ORANGTUA wajib tahu, alergi pada anak merupakan gangguan yang tidak boleh diabaikan. Sebab, bisa berakibat sangat fatal. Hal itulah yang …