Awas, Oknum Polisi Meneror Minta Uang, Ternyata…

Facebook/Dwi Nanto

Facebook/Dwi Nanto

PELAKU kejahatan memang selalu memiliki banyak cara, seperti dalam kejahatan transfer melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Kepala Subbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing meminta masyarakat waspada ketika menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai polisi, karena tidak sedikit penelepon tersebut ternyata hanya seorang penipu.

“Ada juga yang berpura-pura sebagai pihak kepolisian yang meneror calon korbannya dengan modus menangkap salah satu keluarga dengan meminta uang tebusan dan itu harus di kroscek secara detail, jangan panik dan gegabah,” kata dia, Rabu (26/4/2017).

Menurutnya, pelaku kejahatan memang memilik banyak modus untuk mengelabuhi calon korbannya.

“Banyak sekali modus yang dilakukan penjahat yang kerap beraksi di ATM,” kata Erna.

Biasanya, kata Erna, para pelaku kejahatan ATM melakukan modus operasinya dengan menggiring calon korban dengan teror melalui pesan singkat telepon. Pesan tersebut menyasar agar calon korbannya dapat menarik tunai di ATM.

Selanjutnya, pelaku membuntuti calon korbannya yang sudah menjadi sasaran empuk untuk diperdayakan mendapatkan uang yang ada di dalam ATM korban.

Pelaku juga bisa melakukan modusnya secara berkelompok di titik langsung tempat kejadian perkara (TKP) atau ATM itu. Mereka berjejer atau ikut mengantri layaknya seorang nasabah.

Bila ATM nasabah mengalami kendala pada saat melakukan penarika tunai maupun transfer. Ada baiknya untuk menghubungi langsung call center yang sudah tersedia.

“Kalau ada orang yang mencurigakan pada antrian. Ada baiknya bisa bergeser atau mendahulukan orang yang dicurigainya,” kata dia.

Modus tersebut, lanjut Erna, yang sering ditangani Polres Metropolitan Bekasi Kota terhadap para pelaku. Ia memastikan imbauan yang telah diberikan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Hanya saja, pihaknya belum bisa memberikan catatan atas kasus atau modus operasi terhadap pelaku kejahatan itu. Sepanjang tahun 2016, baru ada 3 kasus tersebut yang pernah ditindak lanjuti.

“Kemungkinan banyak juga, cuma korban tidak melaporkan kejadian yang menimpanya,” ujar dia. (kub/gob)



loading...

Feeds