Dari Kasus Pemerkosaan 2 Gadis, LPA Bekasi Berbagi Tips Bermain Facebook

Ilustrasi pemerkosaan

Ilustrasi pemerkosaan

LEMBAGA Perempuan dan Anak (LPA) Bekasi berikan tips bermain aman, dan meminimalisir kekerasan di  media sosial seperti Facebook. Tips ini dinilai perlu diperhatikan oleh pengguna media sosial khususnya bagi perempuan dan anak-anak yang rentan menjadi korban kekerasan. Apalagi, belum lama ini terjadi kasus pemerkosaan yang menimpa R (16) dan K (14) di Kabupaten Bekasi oleh 5 pemuda yang awalnya dikenal melalui Facebook.

Ketua Lembaga Perempuan dan Anak (LPA) Bekasi, Ade Puspita Sari, mengatakan, ada banyak strategi kejahatan seksual yang terjadi pada perempuan dan anak di media sosial seperti Facebook. Seperti hal utama bullying dari orang sekitar, hingga kekerasaan seksual. Hal itu terjadi menimpa kaum perempuan maupun anak di bawah umur.

Untuk itu, agar hal serupa tidak terjadi lagi di sekitar, orangtua wajib memeriksa rutin ponsel anaknya, mulai dari medsos hingga halaman internet yang telah dibuka.

“Dokumentasikan setiap pelecehan (harassment) atau ancaman jangan dihapus, tetapi simpan sebagai bukti. Laporkan dan blokir (report and block) pihak yang melecehkan kepada pihak yang berwajib walau hanya sebilah kata,” katanya, Rabu (26/4/2017).

Dia mengimbau kepada perempuan dan anak-anak, agar jangan pernah berteman dengan akun abal-abal atau anonim yang ada di Facebook. Baik akun itu mengatasnamakan perempuan maupun laki-laki. Sebab, kejahatan terjadi di media sosial tidak hanya kejahatan seksual.

“Orangtua juga wajib mempelajari fungsi pengaturan rahasia pribadi (privacy setting) setiap platform media sosial dan aplikasi berbagi foto (photo sharing) yang digunakan,” pesan dia.

Disisi lain, lanjut Ade, orangtua juga harus selalu menganjurkan anaknya untuk tidak posting data pribadi yang sensitif di Internet atau media sosial.

“Selalu menganjurkan anaknya untuk unduh informasi data pribadi secara hati-hati, memilah mana yang boleh dan mana yang tidak boleh diposkan ke Internet,” tukasnya.

Dia menambahkan, mengenai kasus pemerkosaan R dan K yang terjadi di Cabangbungin Kabupaten Bekasi, Ade akan menindak lanjuti dengan lakukan kordinasi.

“Kita akan koordinasi dengan pihak terkait di Polres Metropolitan Bekasi, dan pemerintah setempat untuk menyosialisasikan ini,” katanya.

Menurut Ade, kasus yang menimpa K dan R memang sudah banyak terjadi. Perempuan dan anak-anak, lanjutnya, memang rentan mengalami tindak kekerasan oleh orang yang baru dikenal melalui internet dan jejaring sosial, salah satunya adalah Facebook.

“Salah satu tantangan menghadapi kasus kekerasan seksual di dunia maya itu karena tidak adanya hukum yang saat ini ampuh menjangkaunya,” ujar dia. (kub/gob)

 



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …