Hajat KPA Cempala Bekasi untuk Srikandi Tahun 70-an

SRIKANDI Komunitas Pecinta Alam (KPA) Cempala Bekasi, menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Perempuan & Bumi” yang diawali dengan pawai memperingati hari Kartini, sharing bareng dengan para Srikandi tahun 70-an dan peringati hari Bumi sedunia dengan penanaman 100 bibit pohon cabe. Hal itu disampaikan oleh Sugiyanto atau Mace, saat ditemui awak media di Sekretariat Jl. Nangka Kecamatan Jatiasih Bekasi, Selasa (25/4/2017).

“Dalam kegiatan ini, KPA Cempala memberikan ruang apresiasi untuk para Srikandi tahun 70-an guna berbagi pengetahuan terkait sugesti Kartini kontemporer,” ungkapnya.

Kegiatan sharing menghadirkan 3 narasumber perempuan yang sangat menginspirasi para audience dengan ragam cerita dan latar belakang perjuangan masing – masing.

Nyak Mun (70), seorang pedagang nasi uduk yang rela tidak makan demi keberlanjutan pendidikan anak – anaknya. Dianugerahi 9 orang anak tanpa adanya suami disampingnya.

“Sudah 22 tahun Nyak hidup sendiri, tapi berkat pertolongan Allah SWT, saya dapat bertahan hidup dan nyekolahin anak – anak hingga pada lulus sampai SMA,” terang Nyak Mun saat menceritakan kisah perjuangannya.

Sedangkan Nyak Manan (68), perempuan penggerak PKK RT 004 yang gemar berolahraga. Di usia yang kurang produktif namun ia masih tetap energik dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan hingga ketenarannya di mata masyarakat tidak diragunakan.

“Hampir satu Minggu full, Nyak mengikuti senam, senam membuat kita sehat, kalau kita sehat kan enak kita ngurusin keluarga,” ungkap Nyak Manan.

Sementara itu, Yuyun (40), salah seorang pengusaha kue sukses menciptakan lapangan pekerjaan pada warga Kampung Cakung.

“Bisnis kue ditekuni sejak tahun 2010, dengan keuletan, kesabaran dan keahlian kita semua dapat menopang perekonomian keluarga,” ujarnya.

Ranum Warasuci, anggota Srikandi KPA Cempala mengungkapkan, perempuan tidak lagi di pandang sebelah mata berkat adanya perjuangannya dari RA Kartini kaum perempuan mulai mendapatkan angin segar.

“Kini kaum perempuan tidak lagi terpasung. Kiprah perempuan mulai sudah tercatat dalam sejarah sewaktu Megawati menjabat,” ungkapnya. (Cr28/gob)



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …