400 Ribu Lebih Anak di Kota Bekasi Belum Punya Akta Kelahiran

Akta Kelahiran. Foto Ilustrasi

Akta Kelahiran. Foto Ilustrasi

LEBIH dari 400 ribu anak di Kota Bekasi belum mempunyai akta kelahiran. Jumlah ini berarti mencapai 60 % dari total anak di Kota Bekasi sebanyak 749.618 pada 2015 dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi.

“Kebanyakan orangtua mereka menikah siri atau menikah secara agama. Sehingga tidak dicatat oleh negara dan tidak memiliki buku nikah,” kata Kepala Seksi Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Bidang Pemenuhan Anak DPPPA Kota Bekasi, Badruzaman.

Badruzaman mengatakan, kendala pembuatan akta kelahiran memang beragam, namun utamanya adalah orangtua belum memiliki buku nikah.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan tersebut. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi agar orangtua diberi kemudahan dalam memperoleh akta kelahiran anak.

Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat agar mereka dinikahkan ulang secara massal, sehingga proses administrasinya tercatat oleh negara.

“Dan sampai sekarang program itu masih berjalan, sehingga diharapkan anak bisa memperoleh haknya,” jelas dia.

Sementara Kepala Bidang Perlindungan Anak DPPPA Kota Bekasi, Mini menambahkan, belum dibuatnya akta kelahiran anak karena minimnya pengetahuan orangtua. Selain itu, mereka juga hidup dengan latar belakang ekonomi yang rendah.

Kepemilikan akta kelahiran sangat penting bagi anak. Akta kelahiran, kata dia, bisa digunakan sebagai syarat memasuki dunia pendidikan, pembuatan paspor, syarat melamar pekerjaan, syarat mengurus warisan, syarat pensiun bagi pegawai dan sebagainya.

“Kebanyakan ayah dari orangtua anak bekerja sebagai buruh atau pekerja serabutan. Akta kelahiran merupakan hak anak yang harus dipenuhi oleh orangtuanya,” terangnya.

Mini mengakui, banyak laporan yang diterima tentang sulitnya orangtua dalam memasukan anaknya ke sekolah karena tidak memiliki akta kelahiran. Lembaganya langsung membuat surat penangguhan ke pihak sekolah, agar anak tetap mendapat pendidikan di sekolah tersebut.

“Kami minta kebijaksanaan sekolah agar mereka tetap diperbolehkan mengenyam pendidikan karena itu merupakan hak mutlak anak,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Erwin Effendi mengungkapkan, setiap hari pihaknya membuka layanan kependudukan untuk mempercepat proses administrasi warga termasuk pembuatan akta kelahiran.

Pembuatan akta kelahiran, KTP dan Kartu Keluarga tidak akan dipungut biaya. Prosesnya juga cepat dari dua hari hingga sepekan, asalkan syarat yang diajukan lengkap.

“Untuk hari Minggu kami buka layanan di acara Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan sampai pukul 09.00,” kata Erwin. (dat/gob)



loading...

Feeds

Deddy-Mizwar-ke-PDIP

Deddy Mizwar Merapat ke PDIP?

KETUA DPW PKS Jabar sekaligus Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar, Ahmad Syaikhu menanggapi enteng kehadiran Bakal Calon Gubernur Jabar, Deddy …
Petani Desa Sukakarya. (Foto: Ist)

Malangnya Petani di Sukakarya

SEJUMLAH lahan pertanian di desa Sukalaksana kecamatan Sukakarya, saat ini sudah memasuki musim panen padi. Sebagian warga pun disibukan dengan …