Blanko Kosong, Suket Kosong, Warga Kabupaten Bekasi Kebingungan

STOK blanko KTP elektronik kosong, bahkan stok Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti sementara KTP elektronik juga kosong. Kekosongan blanko dan Suket ini membuat banyak warga di Kabupaten Bekasi khususnya di wilayah Kecamatan Pebayuran kebingungan.

Heri, operator perekaman KTP elektronik di Kecamatan Pebayuran, mengatakan banyak warga yang sudah melakukan perekaman sejak Oktober 2016 lalu, namun datanya belum sampai ke pemerintah daerah. Tidak sedikit warga yang marah lantaran belum mendapat kartu identitas atau suket setelah merekam data.

“Saya pikir kemarin-kemarin saat pilkada pemerintah daerah pada repot, jadi data enggak ada yang masuk, setelah pilkada selesai enggak tahunya tetap kayak gini,” ungkapnya, Jumat (21/4/2017).

Dia menjelaskan, data perekaman yang sudah tekiirm ke pemerintah daerah namun gagal, selalu dikirim kembali. Namun tetap saja, data tersebut tidak masuk ke pemerintah daerah.

Bagi warga yang belum mendapat KTP elektronik, dan juga suket disarankan kembali melakukan perekaman data, karena dikhawatirkan data sebelumnya hilang.

“Kalau data belum masuk, warga enggak dapet suket, dan saat disarankan untuk perekaman kembali, banyak yang enggak mau, dengan alasan capek perekaman mulu,” jelasnya.

Heri mengakui, banyak warga kesulitan untuk mengurus administrasi lantaran belum memiliki KTP elektronik atau pun suket. Biasanya, warga yang melakukan perekaman data saat ini untuk keperluan pembuatan BPJS atau untuk melamar pekerjaan bagi lulusan baru.

“Mudah-mudahan saja masalah e-KTP bisa selesai secepatnya, karena banyak warga yang membutuhkan, khususnya untuk anak-anak yang baru lulus sekolah,” tutupnya. (pra/gob)

 



loading...

Feeds