Tuntut Pembebasan Lahan, Warga Bojong Rawalumbu Tolak Pembangunan GITET

Audiensi warga RW 18 Kelurahan Bojong Rawalumbu terkait pembangunan GITET, JUMAT (21/4/1017). Foto: cr28/GoBekasi

Audiensi warga RW 18 Kelurahan Bojong Rawalumbu terkait pembangunan GITET, JUMAT (21/4/1017). Foto: cr28/GoBekasi

WARGA di RW 18 Kelurahan Bojong Rawalumbu menolak dengan tegas pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 KV, GIS 150 KV oleh PLN. Warga menuntut pembebasan lahan, karena takut radiasi GITET menimbulkan dampak negatif.

Ketua Forum Komunikasi Warga RW 18, Heru mengatakan, warga memilih pindah dari lingkungan RW 18, daripada tinggal bersamaan dengan sumber pembangkit tenaga listrik. Oleh karena itu, warga meminta PLN membebaskan lahan mereka. Bila lahan tidak dibebaskan, maka warga menolak pembangunan GITET dilanjutkan.

“Ada sekitar 220 Kepala Keluarga yang tinggal di lingkungan RW 18. Intinya kami mendesak PLN agar membebaskan lahan,” ungkap Heru kepada awak media, Jumat (21/4/2017).

Selain itu, Forkom Warga RW 18 juga meminta agar penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) disampaikan secara langsung, tanpa melalui perantara pihak manapun, terutama Ketua RW atau pihak Kelurahan Bojong Rawalumbu. Sebab, warga khawatir dana tersebut tidak sampai sebagaimana yang disalurkan. (cr28/gob)



loading...

Feeds

ilustrasi

Waspada Wabah ‘Gay’ di Kota Bekasi

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, meminta kepada masyarakat mewaspadai praktik pasangan sesama jenis. Hal ini menyusul terbongkarnya pesta seks kaum …