Soal GITET, PLN Minta Data Warga Bojong Rawalumbu

Audiensi warga RW 18 Kelurahan Bojong Rawalumbu terkait pembangunan GITET, JUMAT (21/4/1017). Foto: cr28/GoBekasi

Audiensi warga RW 18 Kelurahan Bojong Rawalumbu terkait pembangunan GITET, JUMAT (21/4/1017). Foto: cr28/GoBekasi

SOAL pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), Manajer Hukum, Komunikasi dan Pertanahan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Bambang Bayu Adji memberikan jawaban.

Dalam audiensi bersama warga, Kejari Kota Bekasi dan TP4D, yang berlangsung di Aula Kelurahan Bojong Rawalumbu hari ini, pihak PLN meminta data tertulis nama warga.

“Prinsipnya tuntutan warga kami terima, dan selanjutnya akan dibahas lebih lanjut. Hanya saja semua harus menyerahkan data berupa nama warga, luas lahan serta data kepemilikan tanah,” kata Bambang, Jumat (21/4/2017).

Untuk nilai pembebasan lahan sendiri, Bambang belum berani mengungkapkan kisaran harganya. Pihaknya hanya memfasilitasi warga untuk mengajukan permohonan pembebasan lahan, dan Kkemudian PLN akan mengajukan kepada Kejaksaan dan TP4D untuk mengkajinya sesuai aspek hukum yang berlaku.

“Syarat pengajuan kepada TP4D diantaranya adalah data warga. Jika telah disetujui dan nilai taksir pembelian lahan sudah disepakati, maka tanah warga akan dibebaskan,” terangnya. (cr28/gob)



loading...

Feeds