Ini Kronologis Penyabetan Celurit oleh Perampok di Grandwisata

Celurit. (Foto: kebudayaanindonesia.net)

Celurit. (Foto: kebudayaanindonesia.net)

SEORANG warga Kampung Jejalen, Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara menjadi korban penyabetan celurit di Grandwisata Tambun Selatan lantaran menolak memberikan handphone miliknya. Akibatnya, Subur Burhanudin (23) mendapatkan luka pada bagian pergelangan tangannya, Kamis (20/4/2017).

Kapolsek Tambun Kompol Bobby Kusumawardhana mengungkapkan, dari laporan yang diterima korban, saat itu Subur mengaku didatangi 3 orang pelaku.

“Dia sedang menunggu temannya, dan dihampiri tiga orang pelaku mengendarai satu sepeda motor,” ungkapnya, Jumat (21/4/2017).

Ketika disatangi 3 pelaku, korban diminta menyerahkan handphone, dan tas miliknya. Kemudian, karena korban menolak akhirnya terjadi aksi tarik menarik antara korban dengan salah satu pelaku. Kesal karena korban tidak mau memberikan permintaan pelaku, salah satu dari 3 pelaku kemudian menyabetkan celurit ke pergelangan tangan korban hingga terluka.

“Lalu korban spontan berteriak meminta tolong dan didengar warga,” imbuhnya.

Seorang saksi atas nama Ahmad Juanda kemudian berusaha menolong dan mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri. Kemudian salah satu pelaku AP (17) berhasil diamankan. Sementara dua pelaku lainnya RZ yang menyabetkan celurit, dan IQ melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.

“Setiap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat kita lakukan proses hukum. Walaupun ini pelaku masih di bawah umur tetap kita lakukan proses sesuai hukum yg berlaku,” tegas Bobby. (gob)



loading...

Feeds