2.931 Peserta Ikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten Bekasi

Sejumlah peserta Ujian Nasional program Paket C mengerjakan soal ujian diruang kelas SDN Bekasi Jaya 1, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Sebanyak 1.164 peserta Paket C mengikuti UN Paket C untuk mendapatkan ijazah setara SMA/SMK/MA, Rabu (15/4/2016). FOTO : Dokumentasi/Gobekasi

Sejumlah peserta Ujian Nasional program Paket C mengerjakan soal ujian diruang kelas SDN Bekasi Jaya 1, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Sebanyak 1.164 peserta Paket C mengikuti UN Paket C untuk mendapatkan ijazah setara SMA/SMK/MA, Rabu (15/4/2016). FOTO : Dokumentasi/Gobekasi

SEBANYAK 2.931 peserta mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Keseteraan (UNPK) Paket C dan B di Kabupaten Bekasi. Mereka terbagi menjadi 2.088 peserta paket C dan 843 peserta paket B. Demikian ditegaskan Kepal Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, M Agus Supratman.

Menurutnya, jumlah peserta UN paket C dan B tahun ini sangat banyak.

”Cukup banyak pesertanya, karena ada beberapa yang homeschooling juga. Hanya saja datanya saya lupa yang homeschooling berapa pesertanya,” ujarnya.

Lanjut dikatakan oleh pria yang akrab disapa MA ini, dua ribuan lebih peserta tersebut tersebar di seluruh Kabupaten Bekasi yang memiliki Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) lebih dari 50 unit.

“Kalau untuk ujian sendiri, PKBMnya ada 29 unit untuk paket B dan 27 unit untuk paket C,” imbuhnya.

Untuk usia sendiri, yang tertua, di paket C ada seorang kakek kelahiran tahun 1952. Sedangkan untuk paket B usia tertua kelahiran tahun 1959. Namun, jika dirata-rata, dikatakan oleh MA, peserta kejar paket berada di usia produktif, yakni 30 hingga 40 tahunan.

Untuk motivasi sendiri, menurut MA selain dikarenakan memang masih ingin belajar dan memiliki ijazah, memperbaiki taraf hidup juga menjadi alasan utama. Pasalnya, peserta yang mengikuti ujian paket memiliki status pekerja kasar.

“Kalau yang tua-tua atau sepuh mungkin karena ingin punya ijazah atau belajar aja, sedangkan yang usia produktif biasanya karena mereka ingin memperbaiki jabatan atau menempuh pendidikan lebih tinggi,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLBA Tan Miyat, Depsos, Kota Bekasi Elin Hernawati mengatakan, tahun ini yang mengikuti UNN hanya lima siswa SMP dan dua peserta untuk tingkat SD.”Tahun ini kita total ada tujuh peserta yang siap mengikuti ujian,” bebernya.

Untuk jenis soal sendiri, Elin mengaku perbedaan dengan sekolah umumhanya di jenis soal yang dicetak secara braile. Untuk permasalahan soal, dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

“Yang saya tahu hanya soalnya saja, kalau bobot saya kurang faham sama atau enggak dengan SMP pada umumnya, karena kita gak bisa ngecek, masih tersegel soalnya,” terangnya.

Sistem sendiri, meski berbeda dengan SMP umum. Namun persoalan pengawas ujian tetap sama seperti di sekolah umum lainnya, yakni peserta mengerjakan sendiri dan menggunakan sistem pengawasan silang.

“Pengawas tetap silang dengan sekolah lain dan memegang soal awas untuk pegangan kalau ada peserta yang nanya,” tutupnya. (ich/gob)

 



loading...

Feeds

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNJ bertemu dengan Menkopolhukam Wiranto, Rabu (16/8/2017). (Foto: Ist)

IKA UNJ Audiensi dengan Menkopolhukam

IKATAN Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bertemu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto yang dipimpin Juli Ardiantoro, …