Pemilik Rental Mobil di Tambun Tertipu KTP Palsu

Warga menunjukan KTP elektronik yang diduga palsu dan digunakan untuk menyewa mobil, Senin (17/4/2017).Foto:Raiza/Radar Bekasi

Warga menunjukan KTP elektronik yang diduga palsu dan digunakan untuk menyewa mobil, Senin (17/4/2017).Foto:Raiza/Radar Bekasi

KEKOSONGAN blangko KTP elektronik saat ini ternyata dimanfaatkan penipu. Caranya, penipu membuat KTP elektronik palsu dan digunakan untuk menyewa mobil di rental mobil.

Peristiwa ini dialami oleh Antoni, pemilik rental kendaraan di Tambun Selatan. Ia mengaku sudah ditipu oleh orang yang menyewa mobil Toyota Agya dengan nopol B1626EOA.

Sesuai perjanjian, lelaki yang mengaku bernama Arif Hermawan menyewa mobil selama dua hari seharga Rp900 ribu. Lelaki itupun menyerahkan KTP elektronik kepada Antoni.

Setelah dua hari, Antoni mencoba menghubungi penyewa mobilnya namun tidak tersambung. Ia mencoba mendatangi kediaman Arif Hermawan sesuai dengan alamat yang tertera di KTP.

Saat tiba di lokasi, Antoni justru bertemu dengan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan Arif Hermawan. Ia pun merasa ditipu oleh penyewa mobilnya.

“Setahu saya e-KTP tidak bisa dipalsukan, karena sudah masuk ke sistem yang terkoneksi dari pusat hingga daerah, dan fotonya juga jelas memang orang yang datang untuk sewa mobil,” ujarnya saat ditemui di kantor Kecamatan Tambun Selatan, Senin (17/4/2017).

“Dia sewa mobil saya dua hari dengan harga Rp900 ribu. Tapi setelah dua hari saya hubungi yang bersangkutan tidak aktif lagi. Sehingga saya coba sambangi ke alamat yang tertera di KTP yang dijaminkannya, tapi nyatanya alamat tersebut orang lain yang tinggal,” sambungnya.

Untuk memastikan KTP elektronik tersebut palsu atau asli, Antoni mendatangi kantor kecamatan.

“Setelah saya minta ke bagian data kependudukan di kantor kecamatan ternyata Nomor Induk Kependudukannya memang ada tapi namanya lain, saya langsung lemas karena yakin baru saja kena tipu dan kendaraan hilang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kependudukan Kecamatan Tambun Selatan, Ismed, mengatakan peristiwa ini murni kejahatan.

“Kalau yang melakukan oknum kecamatan tidak mungkin, karena ini bisa jadi memang sudah cara orang dengan membuat KTP palsu demi kemudahan untuk berbuat hal negatif demi keuntungan pribadi,” ujarnya.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNJ bertemu dengan Menkopolhukam Wiranto, Rabu (16/8/2017). (Foto: Ist)

IKA UNJ Audiensi dengan Menkopolhukam

IKATAN Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bertemu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto yang dipimpin Juli Ardiantoro, …