Pasang Spanduk Sembarangan di Kota Bekasi, Bisa Terancam Pidana

(Ilustrasi) Sejumlah spanduk pengembang perumahan di wilayah Desa Setiamekar tampak tidak tertata, sehingga dinilai melanggar K3.  (Dok/Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Sejumlah spanduk pengembang perumahan di wilayah Desa Setiamekar tampak tidak tertata, sehingga dinilai melanggar K3. (Dok/Radar Bekasi)

PEMERINTAH Kota Bekasi, bakal menindak tegas para pengusaha yang sengaja memasang spanduk atau baliho tanpa izin. Bahkan, jika terbukti melanggar akan memperkarakan Ke pengadilan.

Ya, maraknya spanduk iklan di sejumlah jalan di Kota Bekasi, selain dianggap menyalahi aturan, membuat wajah Kota Bekasi terlihat kumuh. Meskipun sudah sering di tertibkan oleh pemerintah melalui pihak kelurahan maupun kecamatan masing-masing wilayah, namun spanduk liar akan kembali terlihat ke esokan harinya. Spanduk yang kebanyakan menampilkan iklan properti ini, dianggap merusak keindahan kota, karena dipasang tidak sesuai pada tempatnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan pemasangan iklan tersebut dianggap menyalahi aturan. Pihaknya, sudah sering mengintruksikan ke bawahannya, untuk menertibkan setiap spanduk ilegal.

“Pokoknya setiap spanduk yang tidak pada tempatnya, langsung diturun kan. Karena merusak keindahan kota. Mereka pasang asal-asalan. Tidak memikirkan apakah mengangu atau tidak,” ungkap Tri.

Tri melanjutkan, setiap kali usai ditertibkan, spanduk-spanduk iklan perumahan kembali muncul. Padahal, pengusaha yang memasang iklan tersebut tidak membayar pajak reklame. Karena dianggap sudah menyalahi aturan, pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan mempidanakan pemasang spanduk ilegal tersebut.

Dari data yang di milikinya, Tri menjelaskan spanduk ilegal banyak tersebar di Jalan Transyogi Kecamatan Jatisampurna.

“Mereka tidak membayar pajak reklame, dan bisa di pidanakan. Apalagi memasang spanduknya malang melintang sangat mengangu ketertiban umum,”terangnya.

Pemasangan spanduk ilegal tersebut, menurutnya dapat membahayakan para penguna kendaraan. Sebab, posisi spanduk tersebut melintang di tengah jalan, dan dapat memecah konsentrasi penguna kendaraannya yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Saat ini, Tri mengaku baru sebatas memberikan surat peringatan kepada pengembang yang dianggap telah memasang spanduk ilegal di jalan. Dan belum ada pengusaha yang di laporkan ke pihak kepolisian.

“Sejauh ini belum ada pengembang atau pihak yang bertanggung jawab yang dilaporkan ke pihak berwajib. Tapi baru sebatas memberikan surat peringatan kepada pengembang, tapi kalau masih bandel, kami laporkan ke polisi,” imbuhnya. (dat/pj/gob)



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …
Ilustrasi suspect difteri. (Foto: Ist)

Penderita Difteri di Kota Bekasi Bertambah

PENDERITA Difteri di Kota Bekasi bertambah. Sedikitnya 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah …