Datang Pagi, Warga Perbatasan Jakarta-Bekasi Baru Bisa Nyoblos Siang

Salah satu TPS di Jakarta Timur. Foto: kub/GoBekasi

Salah satu TPS di Jakarta Timur. Foto: kub/GoBekasi

WARGA di perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi harus menunggu lama agar bisa nyoblos calon gubernur pilihannya pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Warga Pondok Kopi, Jakarta Timur, Vina Arisa, mengaku harus menunggu hingga pukul 12.00 WIB untuk menggunakan hak pilihnya. Sebab, warga RW 21 ini tak membawa undangan mencoblos dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta.

“Terpaksa nunggu sampai jam 12,” kata dia.

Vina mengaku namanya tercatat dalam DPT, hanya saja undangan mencoblos tak sampai ke rumahnya. Sebab, Vina tinggal tidak sesuai dengan domisili yang tercatat dalam identitas seperti Kartu Tanda Penduduk maupun Kartu Keluarga.

“Saya tinggal di tempat adik, kemungkinan ada undangan, tapi di tempat lama,” kata dia.

Pada putaran pertama, Vina mengaku menggunakan hak pilihnya meski tak membawa undangan. Vina menggunakan hak pilihnya memakai KTP dan Kartu Keluarga.

“Hari ini katanya disuruh datang pagi-pagi, enggak tahunya bisa nyoblos di atas jam 12 sampai jam 1,” keluh dia.

Warga lainnya, Belinda, mengaku sudah datang ke TPS sejak pukul 08.00 WIB. Tetapi karena banyaknya calon pencoblos, maka dia harus rela menunggu untuk menggunakan hak pilihnya.

“Tadi sempat ngantre, karena banyak yang datang,” kata Belinda (18) kepada GoBekasi.co.id. (kub/gob)



loading...

Feeds