Ada Ribuan Isu Hoax Jelang Pilkada

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

BERBAGAI isu kebohongan (hoax) ramai di media sosial menjelang pencoblosan Pilkada Jakarta. Informasi menyesatkan di media online menjadi kepentingan pemilu di era kehidupan digital. BBC melansir, Selasa (18/4) berbagai isu hoax dan media palsu yang terus bermunculan menjelang hari pencoblosan di putaran kedua 19 April.

Co-founder dari Hidupkan Kembali Hoax, Khairul Ashar mencatat berbagai isu hoax yang menyebar di media sosial. Tak hanya politik tetapi isu agama juga telah menambah ketegangan.

“Kami mencatat bahwa ada lebih dari 1.900 laporan dugaan berita palsu dalam tiga bulan terakhir. Lebih dari 1.000 laporan telah dikonfirmasi sebagai hoax. Sebagian besar adalah tentang politik, terutama tentang pemilihan gubernur Jakarta. Dan isu-isu agama memainkan peran besar,” kata Ashar, yang tinggal di Singapura.

Ada lebih dari 40.000 situs yang mengaku menjadi situs berita, tetapi kebanyakan dari mereka tidak terdaftar. Dewan Pers telah meluncurkan sebuah sistem verifikasi media online untuk menyaring berita palsu.

Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendesak Twitter dan Facebook untuk memerangi hoax.

Kunjungan Raja Salman
Kunjungan Raja Arab Saudi baru-baru ini adalah salah satu contoh bagaimana kebenaran terbalik dalam imajinasi secara online. Saat itu Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjabat tangan dengan Raja Salman ketika tiba di Jakarta awal Maret.

Raja Salman secara luas dipuji di Indonesia sebagai panutan Islam. Tetapi kelompok-kelompok anti-Ahok mengatakan berita itu adalah tipuan, karena haram bagi seorang raja untuk berjabat tangan dengan penghujat Islam.

Denah Masjid Berbentuk Salib
Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo meresmikan masjid di Jakarta, tetapi beberapa orang berpendapat denah masjid tampak seperti salib.

Poster Palsu
Ada juga poster palsu menyebar secara online. Poster itu mengungkapkan “Jika Anies Baswedan kalah pemilu, akan ada Muslim Revolusi” dengan gambar-gambar provokatif dari orang mengenakan pakaian putih dan memegang pedang. (BBC/cr1/JPG/gob)



loading...

Feeds