Nunggak Pajak, 326 Reklame Disegel Pemerintah Kota Bekasi

(Ilustrasi) Sejumlah kendaraan melintas di dekat papan reklame di jalan A Yani, Kota Bekasi, Selasa (13/9). Pemerintah Kota Bekasi akan menyusun rencana penataan terhadap reklame yang tidak beraturan di jalur protokol guna mendongkrak perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menghilangkan kesan kesemerawutan. (Foto: GoBekasi)

(Ilustrasi) Sejumlah kendaraan melintas di dekat papan reklame di jalan A Yani, Kota Bekasi, Selasa (13/9). Pemerintah Kota Bekasi akan menyusun rencana penataan terhadap reklame yang tidak beraturan di jalur protokol guna mendongkrak perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menghilangkan kesan kesemerawutan. (Foto: GoBekasi)

SEBANYAK 326 papan reklame nunggak pajak disegel Pemerintah Kota Bekasi. Reklame berbagai ukuran itu belum membayar pajak serta tidak melaporkan asuransi berikut jaminan masa kontruksi.

“Ini bagian dari penertiban reklame,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin (17/4/2017).

Tri menyebutkan, jumlah papan reklame yang tersebar di seluruh jalan di Kota Bekasi berjumlah 1.145 titik, serta 5 jembatan penyeberangan orang.

Tri mengatakan, pihaknya tak segan menebang papan reklame jika pengusaha reklame tersebut tak segera membayar pajak, serta menunjukkan asuransi berikut jaminan kontruksi.

“Tahapan awal segel, kemudian menutup dengan kain, terakhir ditebang,” kata dia.

Selain menyegel ratusan papan reklame, pihaknya menemukan papan reklame dengan ukuran besar telah melebihi masa kelola. Walhasil, pemerintah akan segera mengambil alih pengelolaan reklame tersebut dari pihak swasta.

“Masa kelola yang diberikan selama lima tahun,” kata dia.

Tri mengatakan, tak menutup kemungkinan masih banyak papan reklame yang sudah habis masa kelola. Karena itu, pihaknya tengah mengidentifikasi semua reklame di Kota Bekasi.

“Secara kasat mata, reklame di Kota Bekasi cukup banyak, potensi pendapatan cukup besar,” tutur dia. (kub/gob)



loading...

Feeds