Kelompok Tani Minim Koordinasi dengan Pihak Desa Karangbahagia

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

GABUNGAN Kelompok Tani (Gapoktan), Desa Karang Bahagia kecamatan Karang Bahagia, dinilai belum sinergi dengan pemerintah desa (pemdes). Kondisi ini dibuktikan dengan minimnya koordinasi antara Gapoktan dengan pemerintah desa Karang Bahagia.

Hal ini diakui oleh kepala desa Karang bahagia Subrata. Menurutnya, selama ini tidak ada koordinasi atau kerjasama antara Gapoktan dengan Pemerintah Desa Karang Bahagia. Dia mencontohkan, setiap Gapoktan mendapat bantuan dari pemeritah daerah, pemerintah desa tidak pernah di beri tahu.

“Seharusnya kan pihak Desa di kasih tahu kalau ada bantuan dari Pemerintah daerah, agar pihak Desa bisa tahu apa saja yang masih kurang untuk pertanian di wilayahnya,”ucapnya kepada Radar Bekasi,kemarin.

Dengan minimnya koordinasi tersebut, dia mengaku kesulitan mendata petani diwilayahnya. Tidak hanya itu, dia juga mengaku tidak mengetahui apa saja keluhan serta yang dibutuhkan para petani.

”Memang minim sekali koordinasi,”imbuhnya.

Subrata menambahkan, dengan luas pertanian 300 hektar, seharusnya bisa serentak saat peroses penanaman padi. Menurutnya, saat ini khusunya di Desa Karang bahagia belum serentak saat menanam padi, salah satu penyebabnya minimnya mesin untuk membajak sawah (Traktor), jadi petani tidak bisa menanam padi serentak.

Selain itu, Desa Karang bahagia juga belum memiliki mesin perontok (sintok). Namun, sejumlah warga sudah ada yang memiliki.

”Alhamdulilah setiap musim panen, petani terbantu sama warga yang mempunyai mesin Perontok Padi, jadi enggak sampai mengantri setiap musim panen,” ujarnya.

Dia mengaku, sebelumnya luas pertanian di desa Karang Bahagia yakni 320 hektar. Namun, 20 hektar diantaranya sudah menjadi lahan perumahan, Tempat Pemakan Umum (TPU) dan pemukiman lainnya. Dia berharap, kedepan koordinasi antara Gapoktan dengan pemerintah desa bisa terjalin dengan baik. Sehingga, pemerintah desa bisa meningkatkan produksi pertanian diwilayahnya.

“Pemerintah Desa, Gapoktan dan pengairan bisa berkerjasama meningkatkan penghasilan petani. Jangan seperti sekarang ini, kesannya masing-masingan ataupun umpet-umpetan.Setidaknya bantuan sekecil apapun dari Pemerintah Daerah, harus ada laporan ke Desa, agar Desa dan Gapoktan bisa jalan bareng membangun pertanian yang lebih baik,” tutupnya.

(pra/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Kondisi arus balik di Tol Jakarta-Cikampek pada Sabtu (9/7/2016) malam. (Foto: Rezza Rizaldi/GoBekasi)

Prediksi Puncak Arus Balik: 30 Juni

JASA Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada Jumat (30/6) dengan volume lalu lintas mencapai 110 ribu kendaraan. …