40 Ribu Buruh Bekasi Bakal Long March pada Peringatan Hari Buruh

(Ilustrasi) Ratusan bus yang mengangkut belasan ribu buruh berangkat ke Jakarta lewat pintu Tol MM 2100 menuju ke Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Sedunia, Jumat (1/5). (Foto: Andi Saddam/Gobekasi.co.id)

(Ilustrasi) Ratusan bus yang mengangkut belasan ribu buruh berangkat ke Jakarta lewat pintu Tol MM 2100 menuju ke Jakarta untuk memperingati Hari Buruh Sedunia, Jumat (1/5). (Foto: Andi Saddam/Gobekasi.co.id)

SEKITAR 40 ribu buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja di Kabupaten Bekasi bakal merayakan Hari Buruh, 1 Mei besok. Puluhan ribu buruh tersebut bakal menggelar aksi long march.

Wakil Presiden FSPMI Obon Tabroni, mengatakan di peringatan Hari Buruh kali ini, puluhan ribu buruh tersebut akan fokus menyampaikan tuntutannya soal kesejahteraan buruh yang hingga kini masih kurang layak.

“Tentu kita bekerja butuh kesejahteraan, dan fokus kita bagaimana tentang PP 78 Tahun 2015 supaya pemerintah pusat bisa mencabutnya,” ujarnya.

Tuntutan, lanjut Obon, juga akan disampaikan untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi. Buruh akan menuntut pemerintah daerah melakukan pengawasan serta memberikan sanksi untuk perusahaan yang melakukan pelanggaran.

Dijelaskan Obon, hingga kini masih banyak perusahaan yang melakukan pelanggaran, seperti manipulasi data BPJS Kesehatan, tenaga kerja asing ilegal, upah di bawah UMK dan PHK secara sepihak.

”Tuntutan ini akan kita berikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja,” ucapnya.

Soal penerimaan tenaga kerja magang, lanjut Obon, juga perlu mendapat pengawasan. Karena, kata dia, pekerja magang dengan usia 17 tahun hingga 20 tahun, ada ketidaksesuaian jam kerja, target dan upah.

”Harusnya kalau magang itu jangan praktik terus, melainkan harus ada teorinya. Belum lagi para pekerja pemula itu ditarget dan harus lembur,” katanya.

Oleh karena itu, pada momen Hari Buruh atau May day ini, buruh meminta agar pemerintah daerah juga mengevaluasi kinerjanya.

”Sebab kasihan para buruh pemula, dan pendapatan yang rendah. Namun waktu kerja dan beban setara dengan pegawai yang mendapatkan upah lebih tinggi,” ucapnya.

Pada May Day kali ini, Obon menjamin tidak akan ada kerusuhan ataupun gesekan. Karena buruh hanya mengagendakan long march dan menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah.

”Pasti penyampaian tuntutan kita secara damai, dan dijamin tidak bakalan ricuh,” katanya. (and/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …