Komisi III Jelaskan Soal Aplikasi Ojek Pangkalan

Jaket Paguyuban Ojek (Pangkalan) Mitra Polri Polresta Bekasi. (Foto: Dekur)

Jaket Paguyuban Ojek (Pangkalan) Mitra Polri Polresta Bekasi. (Foto: Dekur)

SEKRETARIS Komisi III Cecep Noer, menjelaskan, sistem daring untuk para pengojek pangkalan ini dapat berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Ia berpendapat, hal itu bisa membuat para pengojek pangkalan dan online tak akan ribut berebut pelanggan. Aplikasi ojek pangkalan ini memanfaatkan jaringan fiber optic yang tersebar di 23 kecamatan.

“Ini memang solusinya dan saya sudah berkomunikasi dengan Diskominfo. Notulensinya sudah kita buat. Tinggal nanti dibahas lebih dalam oleh Diskominfo dengan dibuatkan Perda, UPTD atau BLUD untuk jangka panjang,” tutup Cecep.

Sementara itu, Paguyuban Ojek Pangkalan (Opang) Mitra Polri Kabupaten Bekasi menyambut baik keputusan rapat dengan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, yaitu pembuatan aplikasi daring (online) untuk pengojek pangkalan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Komisi III yang telah menghasilkan keputusan ini. Kami siap mengikutinya selama itu yang terbaik bagi kita,” katanya.

Pihaknya mengaku puas karena dengan sistem itu nantinya, 7.000 pengojek pangkalan dapat bersaing dengan pengojek online berbasis aplikasi.

“Soal aplikasinya saya tak mengerti, kami serahkan kepada Komisi III karena mereka mau memikirkan nasib kami ke depan,” imbuhnya. (adv/gob)



loading...

Feeds