Pabrik Miras Oplosan di Mustikajaya Digerebek, Pelakunya Pasutri Lanjut Usia

Polisi mengeluarkan miras oplosan siap jual dari sebuah rumah di Mustikajaya, Senin (21/3/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Polisi mengeluarkan miras oplosan siap jual dari sebuah rumah di Mustikajaya, Senin (21/3/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

SEBUAH rumah mewah di Kampung Babakan Bondol, RT 001 RW 06, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, digerebek unit Krimsus Polres Metropolitan Bekasi Kota. Pasalnya, rumah tersebut disulap menjadi pabrik minuman keras sekala besar.

Pelaku diketahui bernama Jony Gandaresta (54) dan Anita (50). Keduanya merupakan sepasang suami istri lanjut usia yang kesehariannya menyuling dan menjual miras oplosan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Pengungkapan ini bermula dari di gerebeknya sebuah warung sembako di Jalan Pekayon Raya, Bekasi Selatan pada Senin (20/3/2017) malam. Warung tersebut dipenuhi CCTV dan tak sembarangan orang yang dilayani untuk dapat membeli miras mereka.

Di warung itu juga, miras sebanyak satu truk penuh disembunyikan dalam pintu rahasia. Dari temuan tersebut, Krimsus Polres Metro Bekasi Kota langsung bergerak ke rumah Jony, pada Selasa (21/3/2017) dini hari.

Hasilnya, puluhan ribu botol miras oplosan berbagai macam merek dagang berhasil diamankan petugas. Berikut ratusan zat pewarna, cairan soda, ribuan botol alkohol berkadar tinggi dan dua ton air untuk mengoplos miras.

“Awalnya kita mendapat laporan dari warga, kemudian kami tindak lanjuti. Dan selama 3 minggu ini, ternyata ada beberapa tempat yang kami curigai, hasilnya setelah kita cek TKP, bahwa di tempat ini ditemukan produksi minuman keras ilegal,” kata Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi Kota, AKP Umar Wirahadi Kusuma kepada GoBekasi.co.id

Petugas kepolisian juga masih melakukan pengembangan terhadap wilayah lainnya yang juga diduga menjadi tempat penyimpanan dan penjualan miras oplosan jaringan Jony tersebut. Dalam bisnis itu, pelaku diduga berhasil meraup omset puluhan juta dalam sehari transaksi.

“Untuk menjual minuman itu, mereka juga menyablon baju sendiri dengan merek perusahaan minum terkenal agar seolah-olah mereka adalah agen resmi perusahaan tersebut,” tandas dia. (kub/gob)

 



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …