Broadcast Sindikat Penculikan Anak di Cikarang, Polisi: Hoax

KABAR penculikan anak untuk dijual dan diambil organ tubuhnya gencar diberitakan sejumlah media sosial. Bahkan, disebutkan pula secara rinci harga nominal setiap organ tubuh anak. Paling anyar, kisah penculikan yang berhasil digagalkan warga terjadi di Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL), Lemahabang. Benarkah terjadi peristiwa itu?

Dalam sejumlah pesan berantai dan medsos Facebook, disebutkan korban penculikan bernama Zahra Salsabila (11), warga Jalan Cempaka 4 C18, No.30 RT03/06, Desa Waluya, Cikarang Utara.

Menanggapi kabar penculikan itu, Kapolsek Cikarang, Kompol Puji Hardi mengungkapkan, informasi penculikan anak di Perum BCL tidak ada alias hoax. ’’Kalau berita penculikan BCL itu hoax. Sampai saat ini tidak ada laporan yang masuk terkait dengan penculikan,” jelasnya saat dihubungi Radar Bekasi, Senin (20/03).

Ia mengaku sudah memerintahkan Babinkamtibmas di tiap desa untuk berdialog dengan warga, khususnya para ibu-ibu dan memberikan himbuan Kamtibmas agar mereka tidak mudah percaya dengan informasi sesat semacam penculikan anak.

’’Kami meminta agar tidak mudah terhasut atas informasi dan broadcast-broadcast seperti itu, apalagi jika hal tersebut akhirnya hanya membuat warga menjadi resah atau ketakutan,” ucapnya.

Ia meminta masyarakat tetap tenang dan mengklarifikasi semua informasi jika dianggap meresahkan atau terkait isu yang belum pasti kebenarannya.

Kapolres Metro Bekasi Kombespol Asep Adisaputra mengakui kalau sejumlah masyarakat Kabupaten Bekasi sempat diresahkan dengan pesan berantai tentang penculikan anak yang dilakukan oleh ‘orang gila’ di beberapa daerah di Indonesia. Isu itupun kian ramai diperbincangkan dan sudah menjadi viral di media sosialHoax

“Yang jelas kita harus mewaspadai dengan adanya kejadian di beberapa tempat itu. Modus operandi penculikan anak memang sedang marak diisukan di media sosial saat ini,” kata Asep beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dia, Polres metro Bekasi akan mencoba berkoordinasi dengan Satuan Kepolisian yang pernah menangani kasus tersebut. ’’Kita juga akan berkoordinasi dengan beberapa Kesatuan Polisi yang lain yang pernah mengadakan pengungkapan kasus itu,” imbuh Asep.

Ia menegaskan, di wilayah hukum Polres Metro Bekasi kasus tersebut tidak ada. ’’Insya Allah untuk di Kabupaten Bekasi aman,” tandasnya. (dho/rbs/gob)



loading...

Feeds

ilustrasi

Waspada Wabah ‘Gay’ di Kota Bekasi

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, meminta kepada masyarakat mewaspadai praktik pasangan sesama jenis. Hal ini menyusul terbongkarnya pesta seks kaum …