Jadi Korban Nafsu Bejat Selama 5 Tahun, Siswi SMA Bekasi Ini Digauli Ayah dan Anak Bergantian

IN (kanan) bersama kekasihnya (kiri), mereka kini melaporkan aksi paman dan sepupu IN. Foto: Istimewa/GoBekasi

IN (kanan) bersama kekasihnya (kiri), mereka kini melaporkan aksi paman dan sepupu IN. Foto: Istimewa/GoBekasi

REMAJA berinisial IN (17) mengaku terpaksa harus melayani nafsu bejad BR (45) dan DD (25) selama 5 tahun lamanya. Salah satu siswi SMA kelas XI di Kota Bekasi ini digauli dalam rentan waktu yang cukup panjang.

Pria berinisial BR merupakan seorang Paman, sedangkan DD merupakan sepupu dari IN atau anak dari BR. Meski bersaudara, namun BR dan DD tak memupuskan otak bejadnya, IN menjadi budak pemuas nafsu keduanya di kediaman pelaku yang berada di Taman Wisma Asri, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun GoBekasi, IN tinggal di kediaman pelaku lantaran faktor kondisi ekonomi. Sedangkan orangtua IN tinggal di daerah Bogor, Jawa Barat. Kedua orang tuanya hanyalah pegawai serabutan yang penghasilannya tidak menentu.

IN dititipkan orangtuanya pada tahun 2011 silam, sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas V. Tepatnya pada usia IN menginjak umur 12 tahun. Di tahun itu pula Paman dan anaknya menggerayangi tubuh mungil IN yang tidak berdosa, hingga usianya kini menginjak 17 tahun.

Beruntungya, aksi bejat bapak dan anak ini diketahui oleh wali murid IN. Kala itu, wali murid gadis tak berdosa itu merasa aneh ketika melihat bagian leher korban terdapat banyak kemerahan (cupang) juga ditemukan luka lebam di wajah korban.

“Saya merasa aneh melihat ada tanda kemerahan dileher korban dan adanya luka lebam diwajahnya” ujar wali murid yang tak ingin disebut namanya, Minggu (19/3/2017) kepada GoBekasi.co.id

Sontak saja, ia lalu mencari informasi dengan berinteraksi empat mata dengan IN. Alhasil, korban menceritakan seluruhnya perlakuan bejad pelaku. Kepadanya IN mengaku sering disetubuhi secara bergantian oleh BR dan DD.

“Kata IN ia juga sering di intimidasi dan sering mendapatkan perlakuan kekerasan dari pelaku BR bila tidak bisa melayani nafsu bejadnya untuk menyetubuhi,” cerita dia.

Dengan tidak bertele-tele, setelah mendapat pengakuan dari korban, wali murid merasa iba dan langsung melaporkan kejadian ini ke Markas Polres Metropolitan Bekasi Kota.

“Saat ini IN juga sedang tidak ada di rumah Pamannya, kita balikkan untuk sementara IN ke orangtuanya agar lebih aman,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Subbagia Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing membenarkan adanya laporan kasus pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap korban IN dengan nomor laporan LP/193/K/ISI/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota.

“Iya benar ada laporan seperti itu, namun sedang kami selidiki dulu ya apakah benar, karena itukan pengakuan dari korban, makanya kami lakukan visum terlebih dahulu dan kami akan melakukan pemeriksaan terhadap yang diduga pelaku” tandas dia [kub/gob]


loading...

Feeds

(Ilustrasi) Ketum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, saat menghadiri istigosah di Telagamurni, Cikarang Barat, Selasa (8/12). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

Habib Rizieq Dijerat Empat Pasal

DITRESKRIMSUS Polda Metro Jaya menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi. Sebelumnya, …