EO Bekasi Expo Pungut Rp6 Juta, Acara di Summarecon Mall Bekasi Sepi, Peserta Komplain Rugi

Bekasi Expo yang terlihat sepi pengunjung dan pembeli. Hanya ramai oleh peserta stan, Minggu (19/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

Bekasi Expo yang terlihat sepi pengunjung dan pembeli. Hanya ramai oleh peserta stan, Minggu (19/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

BEKASI Expo 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi sejak tanggal 11-19 Maret dalam rangka HUT Kota Bekasi ke-20 dihujani kritisan dari masyarakat di akhir acara, Minggu (19/3/2017).

Kritisan tersebut terlontar dari berbagai macam pihak. Baik penyewa stand juga kalangan masyarakat serta pengunjung Bekasi Expo yang terselenggara di Summarecon Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara.

“Acara ini sangat sepi, dan tentunya kita semua juga sangat dirugikan karena jumlah pengunjung yang memang sedikit. Bisa kehitunglah dalam sehari pengunjung yang datang,” kata salah satu penyewa stand yang enggan disebutkan namanya kepada GoBekasi.co.id

Pasalnya kata dia, lapak-lapak yang berdiri atau usaha kecil menengah (UKM) dan brand produk ditarik tarif yang cukup tinggi dari event organizer (EO) selaku yang mempunyai tanggungjawab dalam hal ini.

“Harga lapak melalui jalur UKM di kenakan Rp 6 juta, untuk brand produk mencapai Rp 17,5 juta. Ini malah rugi kami kalau kaya gini,” beber dia.

Sementara itu, Ilham (24) salah satu pengunjung juga mengaku kecewa dengan terselenggaranya event Bekasi Expo 2017. Hal ini lantaran tidak kongkretnya penanggungjawab acara tersebut.

“Kabarnya yang saya dengar ada agenda musik Inbox yang biasanya diselenggarakan pagi hari. Tapi inu kok engga ada yah, sayang sekali kalau memang perayaan HUT Kota Bekasi ke-20 kaya gini doang,” tutur dia.

Seharusnya kata Ilaham, acara dalam agenda besar dapat dilakukan Pemerintah Kota Bekasi sendiri. Melalui dinas terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Indag atau Dinas Koperasi yang menyelenggarakan langsung kegiatan tersebut.

“Kalau EO jelas hitung-hitungannya kan bisnis, dimana mereka pasti berfikirnya cari untung saja. Dan apa yang seharusnya disuguhkan kepada masyarakat jadi tidak ada disini,” kesal dia.(kub/gob)



loading...

Feeds