Nongkrong di Kawasan Wiskul, Pepen Bicara Soal Gereja Santa Clara dan Vatikan

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menyantap hidangan sate dan sop kambing di Kawasan Wiskul, Rabu (16/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menyantap hidangan sate dan sop kambing di Kawasan Wiskul, Rabu (16/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

KOTA Bekasi diganjar penghargaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan,  Kamis (16/03/2017).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang menerima langsung penghargaan tersebut. Kepada awak media dia menceritakan perihal penghargaan yang diterima bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Manado Vicky Lumentut.

“Kota Bekasi adalah Kota yang Heterogen, dengan jumlah penduduknya yang mencapai 2,6 Juta Jiwa. Disamping kelompok-kelompok radikal atau intoleransi di Kota Bekasi masih ada, namun semua itu dapat diselesaikan dengan norma hukum dan undang-undang yang berlaku.  Alhamdulillah saat ini di Kota Bekasi sudah ada yang namanya Majelis Umat Beragama di 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan. Didalam Majelis ini terdapat para tokoh dari lintas Agama,” tuturnya panjang lebar saat ‘nongkrong’ di  Kawasan Wisata Kuliner (Wiskul), (Kamis 16/03/2017).

Pepen kemudian mencontohkan salah satu kasus yang sempat menjadi polemik.  “Kasus Persoalan Gereja Katolik, Santa Clara beberapa waktu lalu di Kota Bekasi misalnya, menjadi perhatian dunia. Hal ini juga lah yang mendasari dirinya dipanggil ke Vatikan, Roma. Setelah saya ketemu Romo Katerdal di Jakarta, saya ke Marsudirini kemudian dapet salam dari Duta Besar Vatikan,” tukasnya.

Saat itu dia mengaku heran karena Kota Bekasi menjadi perhatian Duta Besar Vatikan. Ternyata Duta Besar Vatikan memperhatikan Kota Bekasi tentang kebergaman yang selama ini kita lakukan, terutama pada persoalan Gereja Kalamiring, Santa Clara yang sempat Ramai itu, sudah selesai semua. Bahkan peletakan batu pertamanya sayang yang lakukan,” papar dia.

Lebih lanjut, kata Pepen, dalam waktu dekat ini Pemerintah Kota Bekasi juga akan melakukan pemutihan terhadap 260 Rumah Ibadah Gereja di ruko-ruko, serta yang belum memiliki izin berdiri puluhan tahun di Kota Bekasi termasuk masjid dan rumah ibadah lainnya yang ada di Kota Bekasi.

“Saya sedang memikirkan untuk pemutihannya karena ada perjanjiannya di Kementerian itu. Sebab, selama ini mereka yang sudah berdiri puluhan tahun itu tidak pernah ada masalah dengan warga, lalu kenapa ketika dikeluarkan izin jadi bermasalah, nah itu sedang saya pikirkan, nanti akan sama kaya Kota Bandung, kita akan putihkan juga” tandas dia. (kub/gob)



loading...

Feeds

Koalisi-Gerindra-PKS

PKS-Gerindra Berkoalisi Hingga 2019

Koalisi Merah Putih (KMP) yang digagas PKS dan Gerindra dipastikan bakal terus berlanjut. Karena koalisi tersebut bukan hanya untuk Pilkada …
Keren! Persipasi Belum Terkalahkan pada Putaran Kedua Liga 3

Persikasi Berpeluang ke Liga 1?

PERSOALAN pelik yang mendera Persatuan Sepak Bola Kabupaten Bekasi (Persikasi) nampaknya mulai menjadi perhatian beberapa tim berbeda level diatasnya. Hal …
Kantor DPRD Kabupaten Bekasi. (Foto: Harun Nazarudin/GoBekasi)

Pengesahan APBD-P Kabupaten Bekasi Ditunda

PENGESAHAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Kabupaten Bekasi 2017 ditunda. Penetapan yang semula dijadwalkan pada rapat paripurna di Gedung …
kpu

Masyarakat Jangan Terpengaruh Hasil Survei

JELANG Pilkada Kota Bekasi 2018, beberapa lembaga survei sudah mengumumkan hasilnya. Masyarakat diminta bijak dalam menilai hasil survei tersebut. “Hal …