Titik Kumuh Terbanyak Ada di Bekasi Utara dan Medansatria

(Ilustrasi) Warga berada di pemukiman yang kumuh di Jalan Baru I Gusti Ngurah Rai Bekasi Barat Kota Bekasi, kemarin. Pemukiman yang kumuh dapat menjadi salahsatu faktior timbulnya penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD). (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Warga berada di pemukiman yang kumuh di Jalan Baru I Gusti Ngurah Rai Bekasi Barat Kota Bekasi, kemarin. Pemukiman yang kumuh dapat menjadi salahsatu faktior timbulnya penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD). (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

MESKIPUN sudah menjadi Kota Metropolitan, namun belum menjamin masyarakatnya hidup dala lingkungan yang bersih dan sehat. Pemerintah Kota Bekasi mencatat, saat ini ada sekitar 112 titik kumuh yang tersebar 12 Kecamatan di Kota Bekasi.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan bidang Perumahan dan Pemukiman,

Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi Luthfi Hanifah, saat Sosialisasi Pembinaan Kualitas Perumahan Permukiman di Kota Bekasi yang berlangsung di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, kemarin.

Sosoalisasi tersebut Dalam rangka penerapan amanat UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman tentang penyelenggaraan kawasan pemukiman, pemeliharan dan perbaikan, pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh, penyediaan tanah, pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat.

“Ada sekitar 112 titik kumuh di Kota Bekasi, masing-masing kelurahan sudah dilakukan Survei dan

Untuk mengurangi titik kumuh, pemerintah daerah akan bekerjasama dengan masyarakat melalui unit pelaksana Disperkimtan dan juga Badan Keswadayaan Masyarakat,” katanya dihadapan para pengurus RT dan RW.

Dari ratusan titik kumuh tersebut, lanjutnya, ada dua kecamatan kumuh yang menjadi prioritas penataan pemerintah daerah, yakni Kecamatan Bekasi Utara dan Medansatria. Menurutnya, diwilayah tersebut terbanyak titik kumuh.

Ia mengatakan bahwa sosialisasi perdana Disperkimtan di Jatisari merupakan langkah awal mewujudkan Kota Bekasi tanpa kumuh yang diproyeksikan akan rampung pada tahun 2019 nanti sesuai dengan RPJMD Walikota Bekasi yang sudah direncanakan.

“Kami mengadakan sosialisasi awal di Kelurahan Jatisari untuk langkah kongkrit awal untuk menyukseskan Kota Bekasi tanpa Kumuh, rencananya kami akan lakukan dua sosialisasi di kelurahan yang berbeda,” jelasnya.

Menurutnya, Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih kurang, maka dari itu perlu dilakukan sosialisasi agar membangkitkan kepedulian masyarakat.” Tanggung jawab kami ada pada evaluasi kerja teknis pelaksananya nanti,” tutup Luthfi Hanafi. (sar/rbs/gob)



loading...

Feeds