Nyaris Perang ‘Nyawa-Dibayar-Nyawa’ di Bekasi Utara, FBR dan Anak Buah John Kei Akhirnya Damai

Anggota Kei dan FBR saling genggam tangan tanda damai dari bentrok yang bermula dari salah komunikasi pihak FBR, Selasa (14/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

Anggota Kei dan FBR saling genggam tangan tanda damai dari bentrok yang bermula dari salah komunikasi pihak FBR, Selasa (14/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

KEPALA Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Hero Hernanto Bachtiar, mendamaikan  pihak antara Organisasi Massa (Ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Bekasi dengan anak buah Jhon Kei yang nyaris pecah perang ‘nyawa dibayar nyawa’ atas kematian anggota FBR.

Hal ini, kata Kombes Hero , lantaran pelaku yang menewaskan anggota FBR atas nama M Sofiudin berhasil diringkus. Dan ternyata, pelaku bukan dari kelompok Kei. Namun dari pria yang berdarah Sumatra Barat yakni Dedi Heryanto.

“Untuk kejadian ini saya berharap apabila terjadi persilisihan tidak membawa-bawa kelompok. Dan kasus ini saya harapakan selesai sampai disini,” kata dia, Selasa (14/3/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Selain itu, Hero juga mengharapkan agar kelompok Kei maupun FBR dapat meredam amarah. Ia menegaskan, permasalahan yang terjadi di Perumahan Titian Indah, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Medan Satria, menjadi pelajaran antara keduanya.

“Kalau memang terjadi perselisihan, saya harapakan diselesaikan dengan kepala dingin antara keduanya. Atau bisa juga meminta bantuan kita untuk memediasi. Kapan saja anggota kita sanggup memediasi masyarakat Kota Bekasi,” tegas dia.

Hal ini ia tegaskan, lantaran banyaknya oknum yang akan memanfaatkan kejadian ini. Untuk itu, diharapakan agar Ormas maupun masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu.

Ketua Korwil FBR Novel, meminta maaf kepada seluruh anggota Kei atas perselisihan yang terjadi sejak pagi tadi. Ia menyayangkan, komunikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Ya ini merupakan salah paham antara kami (FBR) dan anggota Kei. Untuk itu saya berharap agar semua ini tidak terjadi lagi, dan kami juga akan memperbaiki kesalahan yang ada,” kata dia.

Ditempat yang sama, Ketua Angkatan Muda Kei yang juga kuasa hukum Kei, Daniel Hendrik Far-Far, mengatakan akan terus menjaga kondusifitas yang ada di Kota Bekasi.

“Memang sebelumnya sudah kami ingatkan, kalau yang melakuakn bukan dari kelompok kami. Dan ini sudah saya maklumi karena meamng mungkin ada mis komunikasi antara kami,” kata dia.

Dengan adanya ini, Daniel juga berjanji akan lebih aktif dalam komunikasi dengan Ormas ataupun masyarakat di Kota Bekasi. Kendati, ia juga mwminta agar masyarakat yang berurusan dengan orang kulit gelap (Ambon/Maluku) tidak melulu menjustifikasi bahwa yang berulah adalah kelompok Kei.

“Jadi saya sangat berharap, bila memang ada yang bermasalah dengan orang kulit gelap, jangan disalahkan kepada kami yang ada di Titian. Coba komunikasikan dulu agar tidak adanya selisih paham kembali,” tandas dia. [kub/gob]

 



loading...

Feeds

Koalisi-Gerindra-PKS

PKS-Gerindra Berkoalisi Hingga 2019

Koalisi Merah Putih (KMP) yang digagas PKS dan Gerindra dipastikan bakal terus berlanjut. Karena koalisi tersebut bukan hanya untuk Pilkada …
Keren! Persipasi Belum Terkalahkan pada Putaran Kedua Liga 3

Persikasi Berpeluang ke Liga 1?

PERSOALAN pelik yang mendera Persatuan Sepak Bola Kabupaten Bekasi (Persikasi) nampaknya mulai menjadi perhatian beberapa tim berbeda level diatasnya. Hal …
Kantor DPRD Kabupaten Bekasi. (Foto: Harun Nazarudin/GoBekasi)

Pengesahan APBD-P Kabupaten Bekasi Ditunda

PENGESAHAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Kabupaten Bekasi 2017 ditunda. Penetapan yang semula dijadwalkan pada rapat paripurna di Gedung …
kpu

Masyarakat Jangan Terpengaruh Hasil Survei

JELANG Pilkada Kota Bekasi 2018, beberapa lembaga survei sudah mengumumkan hasilnya. Masyarakat diminta bijak dalam menilai hasil survei tersebut. “Hal …