Kepsek SMPN 36 Bekasi Tidak Yakin Muridnya Terlibat Tawuran

polres Metropolitan Bekasi saat jumpa pers publikasi barang bukti kasus tawuran pelajar yang menelan korban jiwa, Senin (13/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

polres Metropolitan Bekasi saat jumpa pers publikasi barang bukti kasus tawuran pelajar yang menelan korban jiwa, Senin (13/03/2017). FOTO: Muhammad Yakub/GoBekasi

KEPALA Sekolah SMPN 36 Bekasi Widiantoro memilih bersikap berhati-hati menyikapi kasus tawuran maut yang diduga melibatkan anak didiknya. Dugaan ada keterlibatan pelajar SMPN 36 terungkap setelah diketahui ada atribut bendera SMPN 36 pada hari kejadian, Sabtu (11/3/2017) lalu. Padahal, hari yang sama diketahui ada kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya.

 

Widiantoro pun mengaku mengintruksikan kepada guru BK dan kesiswaan menyisir nama-nama siswa yang diduga terlibat dalam kasus tawuran akhir pekan itu.

’’Sejauh ini (Senin, kemarin) data yang saya terima tidak ada nama siswa yang terlibat. Tapi saya tidak akan bertahan dengan data itu. Saya akan cari lagi, betul tidak itu siswa kami,’’ imbuhnya, kemarin.

Sejauh ini, Widiantoro mengaku merasa bingung jika kemudian ada yang mengatakan bahwa ada atribut berbentuk bendera yang menyatakan bendera SMPN 36 Kota Bekasi. Karena, menurut dia, tidak ada atribut bendera untuk sekolah yang ia pimpin.

’’Kalau dibilang bendera 36 ini kan saya nggak tahu. Nggak ada bendera legal 36. Nggak tahu juga mereka kalau kumpul itu gimana caranya,” tambahnya kian bingung, sambil menunjukan foto empat orang yang diduga tersangka tawuran dari telepon selular.

Ia memastikan tidak ada satupun dalam foto tersebut yang merupakan siswa SMPN 36 yang masih aktif. (neo/pojokjabar/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi. (foto: ist)

Ini Dia Jadwal UNBK

KEMENTRIAN Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMK, SMA, dan SMP. Dimana setiap hari …
(Ilustrasi) Siswa - siswi SMPN 1 Kota Bekasi mengerjakan soal Ujian Nasional pada hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (4/5) kemarin. Terhitung Senin (4/5) hingga Rabu (6/5) sebanyak 62 siswa absen, 21 siswa mengundurkan diri dan 8 siswa sakit. (Foto Ivam Pramana Putra/GoBekasi.co.id)

Soal USBN Rentan Bocor

SEKJEN Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, ujian sekolah berstandar nasional (USBN) rentan bocor. Ini karena banyaknya celah yang …