Baca Pledoi, Suami-Istri Terdakwa Vaksin Palsu Tak Kuasa Menahan Tangis

Kedua terdakwa kasus vaksin palsu Rita dan Taufiq saat mendengarkan putusan dari hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (13/3/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Kedua terdakwa kasus vaksin palsu Rita dan Taufiq saat mendengarkan putusan dari hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (13/3/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

ISAK tangis tidak dapat dihindarkan kala 2 terdakwa kasus vaksin palsu, Rita Agustina dan Hidayat Taufiqurrohman membacakan pledoi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (14/3/2017).

Rita berharap, agar majelis hakim tidak menahan dirinya. hal itu beralasan lantaran ia memiliki kedua anak berusia 12 tahun dan 5 tahun yang mesti diurus.

“Saya berjanji tidak mengulang perbuatan ini lagi dan saya memohon kepada yang mulia agar tidak menahan saya, karena saya memiliki 2 orang anak yang berusia 12 tahun dan 5 tahun yang harus saya urus,” ujar Rita sambil berlinang air mata.

Rita mengatakan, jika kedua anaknya kini telah diasuh oleh kakaknya, namun hal tersebut malah menambah beban kakanya yang sudah mempunyai empat orang anak.

“Sekarang anak kami telah diasuh oleh kakak, tetapi hal tersebut malah menambah beban, karena kakak saya punya 4 orang anak, setiap hari anak saya selalu menanyakan keberadaan ayah dan ibunya yang mulia,” kata dia.

Sementara itu suami Rita Agustina, Hidayat Taufiqqurohman juga meminta kepada hakim agar meringankan hukuman Rita.

“Ini semua kesalahan saya, dan saya menyesal telah menyengsarakan anak dan istri saya. Istri saya hanya membantu dan mengikuti perintah saya saja, dia tidak tahu apa-apa, maka dari itu saya memohon agar istri saya tidak ditahan karena kedua anak saya masih membutuhkan perhatian ibunya,” tutup dia sambil berlinang air mata.

Rencananya senin (20/3/2017) mendatang, Rita Agustina dan Hidayat Taufiqqurohman akan kembali duduk dikursi pesakitan untuk mendengarkan vonis dari hakim Marper Pandiangan.

Seperti diketahui, Hidayat Taufiqurroham dan Rita Agustina ditangkap di rumahnya, di Perumahan Kemang Pratama Regency, Jalan Kumala II Blok M29 RT 9 RW 35, Rawalumbu, Kota Bekasi pada Juni 2016 lalu, karena memproduksi vaksin palsu

Adapun, vaksin yang dipalsukan ialah jenis Pediacel, Tripacel, Engerix B, Havrix 720, dan Tuberculin. (kub/gob)

 



loading...

Feeds

ilustrasi

Waspada Wabah ‘Gay’ di Kota Bekasi

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, meminta kepada masyarakat mewaspadai praktik pasangan sesama jenis. Hal ini menyusul terbongkarnya pesta seks kaum …