Populasi Lutung Jawa di Muaragembong Kritis

(Ilustrasi) Lima ekor lutung jawa yang terdapat di Muaragembong mati karena kekeringan. Hewan mamalia ini terancam punah bukan hanya karena kemarau, tetapi juga karena adanya perburuan ilegal. Populasi hewan khas Muaragembong ini kini hanya 45 ekor. Dokumentasi/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Lima ekor lutung jawa yang terdapat di Muaragembong mati karena kekeringan. Hewan mamalia ini terancam punah bukan hanya karena kemarau, tetapi juga karena adanya perburuan ilegal. Populasi hewan khas Muaragembong ini kini hanya 45 ekor. Dokumentasi/RADAR BEKASI

Oleh: Muhammad Yusuf

LUTUNG Jawa, primata jenis Trachypitheus Auratus ini perlahan mulai hilang dari peredaran area Hutan Muaragembong. Sebelumnya, ratusan bahkan ribuan Lutung Jawa bergelayut ramai di antara pohon hutan Mangrove disana.

Kini, menurut warga sekitar keberadaan hewan Endemik Indonesia ini jarang menampakkan wujudnya di tengah hutan.

Jumlahnya kritis, kian berkurang akibat habibat yang terus menyusut serta ditambah dengan makin liarnya perburuan. Kondisi ini tidak terkecuali terjadi di Muaragembong Kabupaten Bekasi.

Hewan mungil berwarna hitam ini hidup berkelompok di wilayah paling utara Bekasi ini. Mereka hidup bersama di hutan di Kampung Nelayan Muara Bendera Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong. Namun, kebersamaan lutung jawa makin hari makin berkurang.

“Dulu itu masih banyak, enggak tahu ribuan atau ratusan ekor, tapi sekarang sedikit. Agak susah nyarinya juga, kalau monyet mah banyak,” kata Oji (40), warga sekitar yang mengaku banyak orang luar yang datang mencari lutung jawa.

Para warga sebelumnya tidak mengetahui orang-orang tidak bertanggungjawab itu datang untuk memburu. “Makanya kenapa tambah sedikit. Makanya sekarang kalau ada yang begitu, ketahuan langsung diusir. Spanduk larangan juga sudah banyak dipasang,” kata dia.

Camat Muaragembong Fahruroji mengakui jumlah lutung jawa terus menyusut. Bahkan, kini jumlanya tidak lebih dari 40 ekor. “Menurut masyarakat sekitar, lutung jawa itu sudah lama sekali di sini. Mungkin sejak ada Muaragembong, mereka sudah ada. Tapi jumlahnya memang terus turun, sekarang ada 40 ekor,” kata dia.

Fahrur membenarkan, penyusutan jumlah lutung jawa salah satunya disebabkan oleh perburuan liar. Dengan kondisi tersebut, perlindungan bagi hewan dengan nama lain lutung budeng ini minim. Praktis, mereka hanya hidup dengan pendampingan seadanya baik oleh kecamatan, polsek dan masyarakat sekitar.

“Jadi memang sebelumnya itu banyak yang buru, kemudian pada diusir sama masyarakat karena khawatir jumlahnya makin habis. Sekarang kalau ada juga langsung ditindak, tapi memang sama kita-kita saja, tidak ada pengelolaan lebih lanjut,” kata dia.

Di Muaragembong, lutung jawa ini hidup di lahan garapan warga. Selain karena perburuan, penyusutan jumlah lutung jawa pun disebabkan habitat mereka yang berkurang. “Sebenarnya mereka tinggal di lahan kehutanan tapi ada juga yang menggarap,” ucap Fahrur.

Menurut dia, pihaknya sebenarnya telah mengajukan pembangunan sarana konservasi untuk menjaga keberadaan lutung jawa. Hanya saja, pengajuan itu tidak pernah ditindaklanjuti baik oleh pemerintah daerah maupun pusat.

“Tahun lalu ada yang datang dari para pecinta lutung jawa, sudah ada yang mengukur juga tapi sampai sekarang belum. Kalau saya hitung itu ada sekitar lima hektar habitat mereka. Baiknya memang itu lahannya dibebaskan kemudian dibuat sarana konservasi. Khawatirnya memang menyusut karena yang mengelola hanya kami dan warga. Padahal di Bekasi, lutung jawa cuma ada di Muaragembong,” kata dia.

Kepolisian Sektor Muaragembong mengklaim patroli pengamanan lutung jawa serta hewan lainnya terus dilakukan. Patroli pun dilakukan menggunakan perahu motor untuk menjangkau lokasi yang sulit terpantau.

“Untuk lutung jawa itu habitatnya memang lebih ke dalam, susah kalau menggunakan kendaraan darat sehingga patroli air. Patroli juga dilakukan bersama masyarakat karena di sini masyarakatnya juga sangat mendukung pelestarian hewan dilindungi,” kata Kepala Polsek Muaragembong, Sigit Sudarmono.

Selain lutung jawa, Muaragembong pun dihuni sejumlah binatang lainnya seperti monyet ekor panjang, burung kuntul, bangau tongtong hingga burung raja udang. Hanya saja, lokasi yang terbilang jauh membuat lokasi ini sukar dikujungi. Muaragembong berjarak 68 kilometer dari ibukota Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat atau 2,5 perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Seperti diketahui, lutung jawa merupakan hewan endemik Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan nomor 733/Kpts-11/1999, lutung jawa ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi. Hanya saja, meski dilindungi, kondisi lutung jawa sepertinya justru tidak terlindungi.(*)



loading...

Feeds

Koalisi-Gerindra-PKS

PKS-Gerindra Berkoalisi Hingga 2019

Koalisi Merah Putih (KMP) yang digagas PKS dan Gerindra dipastikan bakal terus berlanjut. Karena koalisi tersebut bukan hanya untuk Pilkada …
Keren! Persipasi Belum Terkalahkan pada Putaran Kedua Liga 3

Persikasi Berpeluang ke Liga 1?

PERSOALAN pelik yang mendera Persatuan Sepak Bola Kabupaten Bekasi (Persikasi) nampaknya mulai menjadi perhatian beberapa tim berbeda level diatasnya. Hal …
Kantor DPRD Kabupaten Bekasi. (Foto: Harun Nazarudin/GoBekasi)

Pengesahan APBD-P Kabupaten Bekasi Ditunda

PENGESAHAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Kabupaten Bekasi 2017 ditunda. Penetapan yang semula dijadwalkan pada rapat paripurna di Gedung …
kpu

Masyarakat Jangan Terpengaruh Hasil Survei

JELANG Pilkada Kota Bekasi 2018, beberapa lembaga survei sudah mengumumkan hasilnya. Masyarakat diminta bijak dalam menilai hasil survei tersebut. “Hal …