Dewan Ini Mengaku Miris dengan Aksi Gantung Diri karena Sulit Dapat Kerja

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik di Kampung Tegal Mulia, Kamis (23/6/2016). (Foto: Rezza Rizaldi/GoBekasi)

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik di Kampung Tegal Mulia, Kamis (23/6/2016). (Foto: Rezza Rizaldi/GoBekasi)

AKSI TH (27), pria lulusan STM yang ditemukan tidak bernyawa di rumahnya Kampung Tegal Mulia, RT 001 RW 06, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, dengan kondisi gantung diri Rabu (22/6/2016) pukul 10.00 WIB, terus mengundang keprihatinan dari berbagai pihak.

Setelah Kamis pagi (23/6/2016) sekitar pukul 07.30 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Meilina Kartika Kadir mengunjungi rumah TH yang juga lokasi kejadian, sekitar pukul 08.30 giliran Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik yang  bertakziah (melayat) ke rumah korban.

Sebelumnya: Melly Kunjungi Keluarga Korban Gantung Diri

Di lokasi itu, Iik—panggilan akrab Abdul Kholik, berbincang-bincang dengan istri TH, anak TH, dan para kerabat TH.

“Kejadian ini adalah masalah yang terjadi karena ketenagakerjaan dan peluang-peluang kerja yang nyatanya sulit didapatkan putera daerah sendiri yang tidak diformulasikan secara tepat,” ujarnya kepada GoBekasi.

Sebelumnya: 4 Bulan Tak Dapat Kerja, Warga Cikarang Pusat Gantung Diri

Terang Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, harusnya Pemkab Bekasi bisa mendayagunakan warga asli untuk menikmati potensi-potensi kerja di dunia industri yang berdiri banyak di wilayah ini.

“Ironi, tempat dengan daerah banyak berdiri industri malah membuat warganya menjadi seperti ini. Ini harus ada pengakuan berat,” terangnya.

Dia mengaku dirinya sebagai wakil rakyat merasa bersalah dengan adanya kejadian ini. Namun DPRD harus bersikap minimal instansi terkait ketenagakerjaan itu harus mundur.

“Dan kepala daerahnya ya telah gagal. Tak usah cuap-cuap bicara job fair segala macam,” tambahnya.

“Itu semua tidak tepat dengan kejadian ini yang menandakan warga sendiri tersisihkan. Ini perjuangan kita yang harus diperjuangkan masa depannya dari sisi pekerjaan dan pendapatanya ke depan. Ini terjadi karena masalah tersebut,” jelasnya. [cr27/gob]



loading...

Feeds